Enaknya Pakai Sony Ericsson

Ini adalah kisah nyata—kemiripan nama dan kejadian hanya kebetulan—pengalaman seorang caplang menggunakan hape Sony Ericsson K550i yang dioprek dengan memasukkan firmware W610i setelah pemakaian yang cukup lama, sejak Februari hingga Juli 2008. Halah sebentar banget, ga valid nih! Biarin, ini kan blog gue :P

Berikut faktor-faktor yang membuat keenakan eh yaa gitu deh…

Ramah pengguna
Beralih dari sebuah hape yang memiliki sistem operasi dengan kemudahan penambahan bermacam aplikasi tentu bukan hal yang mudah. Ada tuntutan untuk memiliki kemampuan yang sama; menambah aplikasi sendiri atau ketersediaan aplikasi bawaan yang beragam. Juga dituntut kemampuan multi-tasking seperti menyalin (copy) nomor telepon dari daftar kontak dan merekatkannya (paste) ke dalam pesan singkat. SE K550i mampu melakukan hal ini. Bisa juga menjalankan pemutar musik atau radio pada background sambil membuka aplikasi lain. Adanya fitur flight mode memungkinkan saya tetap mendengarkan musik tanpa kuatir adanya radiasi sinyal telepon terhadap instrumen lain seperti saat berada di dalam pesawat atau rumah sakit. Semuanya terdapat dalam menu yang tertata baik dan mudah diakses pengguna.

Kelengkapan
Dalam setiap paket penjualan, menurut pengamatan singkat, hape SE seri 5 (W550i, K530i, dll) ke atas sudah dilengkapi dengan CD software beserta kabel data. Hal ini memudahkan pengguna dalam mengelola hapenya. Selain itu, untuk oprek bisa menggunakan kabel yang sama. Berbeda dengan Siemens SX1 yang membutuhkan kabel khusus. Instalasi software pun mudah dan driver otomatis mendeteksi hape yang baru tercolok. Harga kabel DCU-60 [bila tak salah] tak sampai 100 ribu. Tapi cukup aneh bila sebuah hape yang katanya untuk musik; W200i *lirik Payjo* tak dilengkapi kabel data dalam paket penjualannya. Lha bagaimana transfer lagu? Mengandalkan koneksi infra merah tentu memakan waktu. Ah mungkin ini strategi penjualan.

Soket charger yang universal untuk segala jenis menambah keunggulan produk Sony Ericsson. Enak kan, bisa pinjam charger teman bila lupa membawa milik sendiri. Bahkan kabel data bisa digunakan sebagai charger bila tersambung dengan komputer yang menyala(?).

Aksesori pendukung
Selain aksesori standar yang disertakan pada paket penjualan, Sony Ericsson juga menyediakan aksesori pendukung yang akan menambah gaya dan fungsi hape. Mulai dari perangkat charger, speaker, earphone, FM Transmitter, stylus hingga modem broadband. Usai memindahkan foto dari hape ke sebuah Sony Vaio, langsung pasang di blog dengan bantuan modem MD400g berkecepatan HSPA dan bisa menerima sinyal GPS. Bisa sekalian geoblogging dong? *ngiler.com*

HSPA, atau HSPA+, merupakan standar protokol lanjutan hasil evolusi HSDPA dan HSUPA. Penelusuran hasil pencarian berikutnya merujuk pada situs ID-HSPA, sayangnya belum aktif, dan berlanjut ke blog salah satu penulis favorit saya perihal teknologi di Kompas: RLP. Wah rumahnya deketan nih, Mas :D *sok akrab*

Pengguna yang ramah
Setelah melihat dari sisi produsen, tak kalah penting faktor komunitas pengguna yang ramah juga bisa menjadi penentu. Forumponsel masih menjadi andalan saya. Para master di sana selalu ramah menyambut, tentu ada aturan mainnya. Kurang? Silakan mencari, masih ada forum lain yang membahas produk Sony Ericsson. Masih kurang juga? Banyak forum luar negeri, mulai yang berbahasa Inggris sampai Rusia.

Sekedar berbagi opini, bukan untuk promosi. Belum ada tawaran sih! :lol:

Filed under: SE K550i. Tag(s): , , , ,

B 6412 NUL

Buat Anda pengendara Honda Supra(?) warna biru, yang berboncengan dengan istri(?), menyalip dari kiri padahal celah yang ada sudah sempit, dengan jumawa mengaku-ngaku “Gue anak Hukum UI!”, mengajak ke kantor polisi, mungkin berdomisili di sekitar Pondok Ranji…

Ini saya yang tadi pagi ditantangin berhenti dan dianggap Satpam oleh istri Anda. Kenapa? Melihat sepatu boot saya yang keren yak?

Oh ya, saya gemetar sampai nyaris terkencing-kencing :lol: saat Anda menyebut bahwa Anda anak Hukum, UI pula, umur lebih tua(?), tapi nyatanya tak mengerti aturan lalu lintas. Saya tak merasa paling benar, maka ada baiknya kita berdiskusi lebih jauh. Kalau kebetulan ini terbaca, silakan hubungi saya. Jangan cuma berani teriak-teriak di jalan!

Kur, itu temen lo bukan? Du du du du du :roll:

Filed under: Aman Berkendara, Indonesia. Tag(s): , ,

Nol*

*Tulisan ini dibuat sebagai syarat mengikuti Shell Blog Writing Competition 2008.

Diperkirakan akhir 2006 sudah ada sekitar 35 juta sepeda motor di Indonesia. Jumlah itu terus meningkat antara lain akibat bertambah mahalnya harga BBM serta mudahnya proses memiliki sebuah sepeda motor yang mendorong masyarakat untuk menggunakan sepeda motor sebagai alat transportasi utama.

Dengan pertumbuhan yang tinggi tanpa adanya penambahan ruas jalan, menimbulkan kemacetan dan angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas yang tinggi lantaran pertumbuhan itu tidak diiringi dengan peningkatan kesadaran berlalu lintas: 3 nyawa meninggal setiap hari. Data kepolisian tahun 2005 mencatat ada 4.156 kasus, tahun 2006 meningkat menjadi 4.407 kasus dan tahun 2007 terjadi 5.145 kasus dengan 999 orang meninggal dunia. Bagaimana dengan korban yang tak tercatat?

Untuk menghadapi situasi seperti ini tak bisa hanya mengandalkan pihak kepolisian. Polisi sepertinya sudah terlalu sibuk memikirkan bagaimana mengurangi kemacetan yang terjadi setiap hari, tanpa bisa berkonsentrasi terhadap pelanggaran lalu lintas yang terjadi.

Sementara produsen roda dua terus menggenjot mesin produksi. Pasar sepeda motor di Indonesia memang menggiurkan. Tahun 2006 menunjukkan Indonesia sebagai pasar nomor tiga terbesar dunia setelah China dan India. Sektor pendukungnya tentu saja ikut kecipratan rejeki, mulai dari pihak leasing, bengkel resmi dan pinggiran, toko asesoris hingga calo SIM. Semuanya mengejar keuntungan tanpa memikirkan keselamatan (calon) konsumen pengguna produknya. Tanpa melihat apakah (calon) konsumen sudah memiliki bekal kemampuan dan pengetahuan berkendara yang baik.

Sungguh bukan pekerjaan yang mudah untuk menciptakan kondisi jalan yang aman dan nyaman bagi penggunanya.

Bagaimana dengan Shell?

Sejak awal kehadirannya, Shell di Indonesia berani membuat gebrakan. Kehadiran SPBU Shell yang memelopori tersedianya angin dan air gratis, hitungan pompa yang akurat, bon pembelian serta cara pengisian bahan bakar roda dua yang mengharuskan pengendara turun dari sepeda motornya demi keamanan.

Bila dipadu dengan penggunaan pelumas Shell Advance yang memiliki teknologi DPA akan menghasilkan pembakaran yang efisien, membuat kendaraan tetap sehat dan hanya menghasilkan sedikit polusi.

Shell juga aktif mengampanyekan aman berkendara. Salah satu kegiatan yang sempat saya ikuti adalah Nonton Bareng MotoGP di Blitz Megaplex. Selain mengajak bikers menyaksikan MotoGP melalui layar bioskop, pada acara tersebut juga diadakan dialog yang membahas aman berkendara.

Masih banyak kegiatan Shell sebagai salah satu produsen pendukung industri roda dua seputar kampanye aman berkendara. Harapan saya, mudah-mudahan ini bukan tren sesaat tapi akan terus berkelanjutan dengan cara-cara kampanye yang tepat. Tidak lagi dengan membuat konvoi yang bisa mengganggu pengguna jalan lain. Bisa juga dengan menggandeng wadah pengendara roda dua yang ada, misalnya RSA :) Sehingga nantinya apa yang dicita-citakan dapat terwujud: from three to zero, dari angka 3 nyawa meninggal setiap hari akibat kecelakaan lalu lintas menjadi NOL.

Salam aman berkendara!

Sumber data:
- Shell in Indonesia
- Statistik dari AISI yang tidak update
- BBC Indonesia
- Trotoar
- okezone.com

Filed under: Aman Berkendara, Biker, Indonesia. Tag(s): , , , ,

Menuju Pemenang

Sama sekali tak menyangka ternyata minat peserta untuk mengirimkan logo sangat tinggi. Hingga saat ini sudah terkumpul 41 logo yang keren-keren, jadi bingung kalau harus memilih satu pemenang!

Namun demikian, waktu untuk mengirimkan logo sudah habis. Supaya tidak makin bingung dengan makin banyaknya logo :D Terima kasih atas partisipasinya dalm sayembara ini. Pengumuman pemenang akan dilakukan pada hari Jumat, 4 Juli 2008 dengan langsung mengubungi email (dan nomor telepon pemenang bila ada), blog ini dan email ke milis-milis khususnya roda dua.

Filed under: Aman Berkendara, Indonesia. Tag(s):

Trio Detektif

Iseng bongkar-bongkar rak buku, ketemu buku Trio Detektif. Masih ingat serial remaja ini? Mari kita buktikan :)

1. Siapa penulis Trio Detektif?
Penulis awalnya adalah Robert Arthur Jr., tapi penerbit Random House membayar Alfred Hitchcock untuk mencantumkan namanya sebagai pengarang buku tersebut. Kemudian penulisan buku tersebut dilanjutkan oleh 4 orang yang berbeda.

2. Di kota mana mereka tinggal?
Sebuah kota fiktif bernama Rocky Beach, California.

3. Siapa nama supir yang mengemudikan Rolls-Royce hadiah bagi Trio Detektif?
Worthington.

4. Pete Crenshaw disebutkan pernah memilik kekasih seorang cheerleader bernama…
Kelly Madigan. Sebagai seorang yang hobi berolahraga seperti Pete wajar saja bila berpacaran dengan gadis pemandu sorak *curcol*

5. Apa warna rambut Jupe (Jupiter Jones, bukan Julia Pe***)?
Coklat tua.

6. Selain bekerja di perpustakaan, Bob disebutkan juga bekerja di sebuah perusahaan pencari bakat. Apa nama perusahaan tersebut dan siapa nama bosnya?
Mr. Sax Sendler di perusahaan Rock-Plus.

7. Menurut Anda, apa episode favorit Trio Detektif dan apa alasannya?

Filed under: Koleksi. Tag(s):